Cerita Sex Tusuk Konde – Part 2

Cerita Sex Tusuk Konde – Part 2by masbroon.Cerita Sex Tusuk Konde – Part 2Tusuk Konde – Part 2 Penemuan Jatinegara, Jakarta, 2014 Tanpa kawatir jari jemarinya yg lentik menjadi lecet atau bahkan terjepit, gadis itu membongkar-bongkar tumpukan kayu balok berukuran besar bekas bantalan rel kereta api, sesekali ditelitinya dengan seksama urat-urat pada kayu yg sudah semenjak jaman penjajahan belanda dahulu tertanam ditanah sebagai bantalan rel. Itulah yang tengah […]

multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-2 multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-3 multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-4Tusuk Konde – Part 2

Penemuan

Jatinegara, Jakarta, 2014

Tanpa kawatir jari jemarinya yg lentik menjadi lecet atau bahkan terjepit, gadis itu membongkar-bongkar tumpukan kayu balok berukuran besar bekas bantalan rel kereta api, sesekali ditelitinya dengan seksama urat-urat pada kayu yg sudah semenjak jaman penjajahan belanda dahulu tertanam ditanah sebagai bantalan rel. Itulah yang tengah menjadi bahan penelitian Astrid, seorang mahasiwi jurusan teknik sipil yg sedang melakukan riset untuk salah satu tugas mata kuliahnya.

Saat itu pihak departemen perhubungan dengan instansi terkaitnya memang sedang memulai pembongkaran bantalan kereta api untuk diperbarui. Bantalan-bantalan lama yg terbuat dari kayu akan diganti dengan beton. Menurut pihak dephub bantalan kereta api yg lama sudah tidak layak pakai. Entah pertimbangan apa sehingga pihak dephub bisa mengatakan demikian, padahal bantalan lama yg terbuat dari kayu ulin, yg dibuat oleh pemerintah belanda dulu, memiliki kekuatan yg dapat diandalkan, terbukti sudah sekian puluh tahun bantalan-bantalan kayu itu terpendam didalam tanah namun tetap utuh, tanpa cacat apalagi lapuk, Kayu ulin yg didatangkan dari hutan kalimantan yg keberadaannya sekarang sangat langka, adalah jenis kayu yg memiliki daya tahan yg luar biasa, tahan terhadap rayap maupun terhadap cuaca, serta memiliki daya lentur yg lebih baik dibanding beton, dan juga memiliki daya tahan yg kuat terhadap beban yg berat.

Seperti biasa, penyakit lama, yaitu pengadaan proyek yg sarat akan kepentingan komersil, itulah faktor penyebabnya. Kalau bantalan-bantalan kayu itu tetap dipertahankan, kapan rusaknya, kalau enggak ada rusaknya, bagaimana bisa mengajukan proposal untuk pengadaan proyek, kalau enggak ada proyek, gimana ada duit yg bisa masuk kekantong mereka. Jadi UUD, ujung ujungnya duit. Sehingga munculah gagasan untuk mengganti bantalan kayu itu dengan bantalan beton, entah hanya bertahan beberapa tahun saja nanti, sebelum akhirnya akan diadakannya lagi proyek penggantian bantalan beton yg lama yg sudah mulai rusak, karna memang material pembuatannya sudah banyak dikurangi komposisinya untuk dapat menekan harga, sehinga kualitas betonnyapun tidak memenuhi standar, atau memang sengaja dikondisikan seperti itu, agar berikutnya mereka dapat lagi mengajukan proposal untuk peremajaan bantalan beton yg dirasakan sudah tak layak pakai.

” Hati-hati mbak, nanti tangannya kejepit lho..” tegur seorang pekerja, saat melihat astrid membongkar tumpukan-tumpukan kayu. Yg ditegur hanya tersenyum sejenak, seraya memotret dengan smartphonenya bagian yg diinginkan pada kayu tersebut.

Astrid seorang mahasiswi jurusan teknik sipil semester 4, bisa dikatakan sebagai mahasiswi yg cerdas dan memiliki keingin tahuan yg tinggi akan ilmu pengetahuan yg dipelajarinya. Seperti saat itu, dimana sebagian mahasiswa yg lainnya hanya browsing di internet dan mengcopy-paste untuk laporan riset yg ditugaskan oleh dosen, sebaliknya astrid dengan sungguh-sungguh melakukan riset secara langsung dilapangan. Dan yg saat itu sedang ditelitinya adalah tentang “kayu ulin sebagai material yg paling ideal untuk konstruksi bantalan kereta api” itulah tajuk yg ia tulis pada buku catatannya

Hal yg tampak mencolok yg membuatnya begitu berbeda dengan gadis-gadis lain seusianya adalah pribadinya yg tertutup, seolah ia ingin menyembunyikan dirinya dari dunia ini, itu bisa dilihat dari penampilannya dengan rambut yg panjang sebahu yg sengaja dibiarkan menutupi pipinya, itupun masih dikenakannya lagi topi yg menutupi kening dan nyaris juga menutupi matanya, belum lagi jaket kombrong sampai lutut yg selalu dikenakannya walau didalam ruangan yg panas sekalipun. Dan saat dia berjalan selalu menunduk, dengan langkah yg seolah begitu terburu-buru. dalam pergaulanpun dia sangat tertutup, bisa dikatakan dia tidak memiliki teman, bicara hanya seperlunya, itupun kalau ditanya. Disaat yg lainnya bersenda-gurau dengan sesamanya disaat jam kosong untuk menunggu mata kuliah selanjutnya,dia justru duduk menyendiri dengan buku yg dibacanya. Itulah yg membuat astrid tampak aneh dimata teman-teman dikampusnya,

Kini astrid mulai mengukur panjang dan ketebalan balok kayu yg menjadi objek penelitiannya tersebut seraya data yg didapat dicatatnya pada buku notesnya.
Menurut masukan yg didapat dari mandor pekerja, bahwa kayu ulin ini memiliki tingkat kekerasan yg cukup tinggi dan mengandung minyak, sehingga kayu ini begitu tahan dengan segala kondisi. Rasa ingin taunya membuatnya mencoba menekan-nekan kayu itu dengan kukunya, keras memang, kukunya dirasa tidak mampu untuk melakukannya, dicoba mencarinya benda keras yg dapat membantunya. pandangannya terarah pada besi kecil dengan panjang sekitar 15 cm, benda itu melekat dengan tanah disela-sela balok kayu yg menumpuk, ” sepertinya sudah cukup lama benda ini terkubur didalam tanah bersama dengan bantalan rel kayu ini..” pikirnya, seraya ujungnya yg runcing pada benda yg baru saja didapatkannya itu ditusuk-tusukannya pada kayu objek penelitiannya. Lalu kembali dicatatnya dalam buku apa yg disimpulkannya.

” Sepertinya sudah cukup data-data yg aku dapatkan..” pikirnya, seraya memasukan buku dan pulpennya kedalam tasnya.

Benda logam yg dipegangnya tadi dicampakannya begitu saja, namun begitu kakinya ingin dilangkahkan untuk pergi meninggalkan area itu, benda itu menarik perhatiannya lagi.

” Sepertinya unik juga benda itu ” pikirnya, seraya dipungutnya kembali, dan diperhatikannya dengan seksama, tak terlalu jelas, karna sebagian terbungkus oleh tanah yg menutupinya. Dilihatnya ember berisikan air milik pekerja. Dibasuhnya benda itu beberapa saat, hingga jelaslah bentuk asli dari benda itu sekarang.benda dengan panjang sekitar 15cm, dengan ujung yg runcing, sedangkan pangkalnya melebar berbentuk motif bunga.

” Sepertinya material benda ini dari perak..” pikirnya, sebagai mahasiswa teknik, astrid memang cukup paham dengan jenis-jenis logam dan karakternya.

” Benda apa ini? seperti alat untuk menyanggul rambut ” pikirnya, yg mengingatkan dia saat pesta pernikahan sepupunya beberapa waktu lalu, saat dia dipaksa untuk mengenakan pakaian adat jawa dengan rambut disanggul, dan dia ingat betul benda seperti itulah dulu yg digunakan oleh penata rias saat menyanggul rambutnya.

Sebenarnya astrid tak terlalu tertarik dengan benda itu, toh tak ada guna pula untuknya dengan benda rongsokan itu, namun baru saja tangannya hendak menjatuhkan benda itu, niatnya kembali berubah ” Ah, apa salahnya kusimpan, toh benda ini kecil dan tentunya tidak akan memakan tempat pada tasku ” pikirnya. Akhirnya benda itu dimasukannya kedalam tas, seraya dilangkahkan kakinya menuju halte busway disamping stasiun jatinegara untuk menuju ke kampusnya.

Sekitar jam 11 pagi seperti itu penumpang busway transjakarta memang tak terlalu ramai, sehingga astrid bisa dengan nyaman duduk sambil melihat-lihat kembali buku catatan hasil risetnya tadi. Bus yg ditumpangi astrid itu memang cukup nyaman, dilengkapi pendingin udara yg terinstal didalamnya, dengan interiornya yg juga lumayan bagus, bersih, sepertinya memang masih baru. Mungkin salah satu bus yg baru didatangkan dari china beberapa waktu lalu. Namun berapalah lama ketahanan bus buatan china ini, yg hanya tampilannya saja kelihatan bagus, namun mutu dan tingkat ketahanannya sangat dibawah standar, itu terbukti dengan beberapa busnya yg baru saja didatangkan namun beberapa bagiannya sudah berkarat, sehingga bisa dimaklumi bila Ahok selaku wagub dki sampai mencak-kencak dengan keadaan itu.

Menjelang tengah hari astrid tiba dikampusnya, siang itu ada mata kuliah yg harus diikutinya. Tujuan pertamanya adalah kantin, cacing-cacing diperutnya sepertinya sudah meronta, karna pagi tadi dia tak sempat sarapan. Seperti biasa langkahnya senantiasa seperti terburu-buru dengan pandangan tertuju kebawah.

Brukkkk… Tiba-tiba tubuhnya terjerembab, sesuatu dirasakan telah mengganjal dikakinya sehingga menyebabkan tubuhnya bersimpuh tertelungkup dihalaman kampus. Buku-buku dari dalam tasnya berhamburan. Segera dia bangkit dan memunguti buku-bukunya yg berhamburan itu, tak dipedulikannya rasa nyeri pada lutut dan sikunya yg menghantam pafing.

” Eh, sory trid.. Gak sengaja gue.. Elu sih jalan gak liat-liat ” seru vera, cewek seksi yg cukup populer dikampus.

Astrid tau, bahwa vera sebenarnya memang sengaja menjegalnya, dia melihat betul bagaimana vera melirik kearahnya sebelum kaki kirinya disorongkan pada kakinya yg sedang berjalan, sehingga dirinya terjerembab sedemikian rupa.

” Makanya lu kalo jalan liat-liat dong, jangan maen ngebut aja..” ujar vera lagi, namun astrid tak menanggapinya dan langsung ngeloyor pergi, namun langkahnya kembali terhenti begitu dirasakannya topi yg melekat dikepalanya seperti ada yg merampas. Yg ternyata adalah vera lagi.

Tanpa berkata astrid menghampiri vera untuk mengambil kembali topi miliknya, namun segera dilemparkannya topi itu pada gadis temannya berbincang, kembali astrid menuju ke gadis itu, namun gadis itupun segera melemparkannya kembali kepada vera. Begitu seterusnya sampai beberapa-kali, sambil kedua gadis itu tertawa cekikikan mempermainkan astrid, Sebelum akhirnya topi yg masih meliuk diudara itu ditangkap oleh Bimo, seorang pemuda tampan dikampus itu, seraya diserahkannya topi itu pada pemiliknya. Tanpa sepatah katapun astrid langsung ngeloyor pergi.

” Heh, vera.. Elu tuh iseng banget sih, kayak anak kecil aja kelakuan lu ” hardik bimo.

” Biasa aja kali bim… Koq jadi elu yg sewot gitu sih.. Gua cuma bercanda aja koq, lagian dia aja gak apa-apa.. Elunya aja yg rese’ ” balas vera, acuh.

” Ah, susah ngomong sama elu..” umpat bimo, seraya pergi meninggalkan kedua wanita itu.

Perlakuan seperti tadi memang sering diterima astrid semenjak dia masih duduk dibangku SMP sampai sekarang, namun dia tidak pernah mempermasalahkannya, walaupun kadang jengkel juga dia dibuatnya.

” Nasi goreng aja mas ” jawab astrid, saat pelayan kantin menanyakan pesanannya.

” Minumnya? ”

” Air jeruk hangat, jangan terlalu manis ya..”

Sekitar lima belas menit pesanan yg dipinta telah tersedia dihadapan astrid, yg segera disantapnya untuk menghentikan protes cacing-cacing diperutnya.

Lebih dari separuh nasi goreng telah berpindah kedalam perutnya, dilihatnya bimo yg tadi menolong merebut topinya dari tangan vera. Bimo memesan teh botol, seraya duduk dimeja yg berjarak beberapa meter disampingnya. Dan tak disangkanya pemuda itu menuju kearahnya begitu dilihatnya astrid berada disitu.

” Kamu enggak papa tadi ? ” tanyanya, seraya duduk dikursi dihadapan astrid sambil tangannya masih memegang botol minuman

” Enggak, aku enggak apa-apa ” jawab astrid agak gugup,agak canggung dirinya berhadapan dengan pria tampan seperti bimo, seraya diminumnya air jeruk hangat untuk menetralisir kegugupannya.

” Yang bener nih… Tadi aku liat kamu jatuh tersungkur ”

” Iya, tapi aku enggak papa koq ” jawab astrid, tanpa melihat pada wajah bimo sambil kembali melanjutkan makannya, seolah acuh akan kehadiran bimo.

” Ya udah kalo gitu ” ujar bimo, seraya pindah kembali kekursinya semula, setelah merasa perhatiannya tak dipedulikan.

*******

Ditariknya ujung resetling celana jeannya setelah selesai menumpahkan beberapa cc urin di toilet kampus itu. Tiba-tiba bimo merasakan seseorang merangkulnya dari belakang yg membuatnya sedikit panik, yg teryata adalah vera, gadis seksi dikampus itu.

” Eh, gila lu ver.. Ngapain lu disini, ini kan wc cowok ” ujar bimo kaget

” Bim, maapin gue tadi deh… Elu kan tau bim, gua tuh naksir banget sama elu..” ujar vera manja.

Bimo membalikan badannya, sehingga kini mereka saling berhadapan.

” Iya, tapi….”! Belum selesai protesnya, gadis itu langsung memagut bibirnya, yg semula bimo ingin menolaknya, namun tak kuasa. Laki-laki mana yg dapat menolak sentuhan gadis secantik vera, hingga akhirnya bimo justru melayani kecupan vera yg sudah menelusupkan lidahnya didalam rongga mulut bimo.

Merasa tempat itu tidak cukup memberikan jaminan keamanan, vera mendorong tubuh bimo kesalah satu dari empat ruangan kloset yg hanya berukuran 3 meter persegi, seraya ditekannya tombol pengunci pintunya dari dalam. Vera mulai berusaha melepas celana jeans bimo,kancing yg belum sempat dipasang oleh bimo mempermudah vera untuk menarik celana jeansnya hingga sebatas betis, seraya dipelorotkannya celana dalam yg masih menutupi aurat bimo.

” Wah, gile barang lu bim… Masih belum bangun aja udah gede begini ” goda vera, sambil menggenggam batang kontol bimo yg masih belum ereksi, yg hanya dijawab dengan senyum tersipu bimo

Dengan tanpa canggung gadis itu memasukan batang kontol bimo kedalam mulutnya, seraya dikulumnya sambil menggerakan kepalanya maju mundur, hingga dalam beberapa detik saja batang kontol bimo telah membesar sehingga serasa memenuhi rongga mulutnya.

” zzzzzzzzzzzz…..aaaaaaaahhhhhhhhh..” gumam bimo, sambil bersandar didinding ruangan sempit itu, aksi vera yg sedang mengoral batang kontolnya sambil duduk dikloset sementara matanya menatap kearah wajah bimo memberikan sensasi tersendiri bagi pemuda itu.

Ditariknya lengan gadis itu untuk berdiri, seraya dengan tak sabar dilucutinya t-shirt yg dikenakannya, yg ternyata dibalik t-shirt itu langsung tersembul buah dadanya yg tanpa dibungkus lagi oleh bh.

” Wah, parah lu, nggak pake bh lagi ” ujar bimo, seraya melumat dengan rakus buah dada yg bulat dan besar itu.

” BH gue masih dijemur semua, gak ada yg kering hi..hi..hi..” jawabnya, yg tentu saja hanya guruan. Karna memang vera suka mengeksploitasi kelebihan dari dirinya itu, dengan tanpa bh baginya dia akan terlihat lebih menarik perhatian lawan jenisnya, karna dia sadar bahwa bentuk payudaranya memang indah dan layak untuk dipublikasikan. Sehingga tak heran kalau cowok-cowok dikampus itu tanpa sepengetahuannya memberi gelar “the most wonderful boobs in the world”

Puas menikmati payudara vera, kini tangan bimo segera mencoba melepas celana jeans vera, yg segera dengan cepat dilepasnya sendiri oleh vera. Kesempatan itu digunakan bimo untuk melepaskan celananya sendiri yg masih melingkar dibetisnya.

Vera yg sudah terbakar nafsunya oleh aksi oral yg diberikan bimo pada buah dadanya tadi, langsung membelakangi bimo, seraya salah satu kakinya dinaikan diatas kloset duduk, bokongnya yg bulat bak gitar spanyol agak ditunggingkan kearah bimo, tato gambar bunga mawar pada bokong sebelah kanannya membuat nya terlihat lebih menantang.

” Ayo bim, langsung hajar aku dari belakang… Dah horny berat nih ” pinta vera, sambil kedua tangannya berpegangan pada dinding ruangan sempit itu.

Bless.. Tanpa diminta pun bimo sudah pasti akan menghujamkan batang kontolnya yg sudah berdiri tegak dan nafsunyapun sudah diubun-ubun.

Mulai digoyangkannya bokongnya maju mundur sambil berdiri, sementara kedua tangannya meremas bokong seksi vera, liang memek veranyg sudah basah memperlancar batang kontolnya berpenetrasi.
Plok..plok..plok.. Terdengar suara tumbukan dari pahanya dengan bokong vera, suara yg sangat memungkinkan terdengar oleh orang lain yg berada diluar ruangan itu.

” Zzzzzzzzzz…aaaaaaaaahhhhhhhh, terus beiiibb… Udah lama gue pengen nyobain kontol kamu, baru kali ini kesampaian.. Abis kamu ja’im banget sih beib…aaaaaahhhhm ” racau vera manja.

Semenjak semester satu memang vera sudah tertarik dan berusaha mendekati bimo, namun bimo selalu berusaha menghindarinya, bukannya bimo tidak tertarik dengan kecantikan dan keseksian vera yg membuat setiap lelaki dikampus itu menelan ludah, tapi kelakuan dan perangai vera lah yg membuatnya menolak untuk menjalin hubungan lebih jauh dengannya. Kebiasaan vera yg hampir setiap malam waktunya dihabiskan didiskotik, dan konon juga vera sering mengkomsumsi narkoba, hingga kebiasaannya melakukan seks bebas pada setiap lelaki yg dia suka, itulah beberapa informasi tentang vera yg ia dapat dari teman-temannya, yg menjadi bahan pertimbangannya. Vera bisa melakukan apapun yg diinginkannya, disamping penampilannya yg mendukung, vera juga adalah anak seorang pejabat sekaligus pengusaha yg cukup berpengaruh dinegeri ini, sehingga soal uang bukanlah hal yg sulit baginya. Kecuali untuk merebut hati bimo, mungkin itulah salah satu hal yg dirasa tidak mudah untuknya.

Namun kali ini bimo benar-benar terperangkap oleh aura surgawi pada diri vera, aura yg mampu membius setiap laki-laki normal, aura yg membuat para lelaki menjadikannya objek dalam setiap khayalnya. kini objek khayalan setiap laki-laki itu benar-benar ada dihadapannya, bahkan memintanya dengan memohon untuk direguknya. Dan memang direguknya kenikmatan itu dengan sepenuh birahi, apapun konsekwensinya, itu urusan nanti, begitu pikir bimo.

Vera memalingkan wajahnya kebelakang sambil menjulur-julurkan lidahnya, seolah paham dengan apa yg diinginkan gadis itu, bimo juga menjulurkan lidahnya, sehingga lidah mereka saling berpilin, saling melumat, hingga akhirnya saling berpagutan, sambil bokong bimo masih bergerak maju mundur dengan berirama.

Hingga beberapa saat kemudian terdengar lenguhan panjang vera, yg menandakan dirinya telah mencapai puncak kenikmatan untuk yg pertama kalinya dari pria yg selalu dikejar-kejarnya itu.

” Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh…. Gua nyampeeeekkk… Biiiimmmm. Aaaaaahhh ” lenguhnya.

Tak berapa lama kemudian hal yg sama terjadi pada bimo, tak ada lenguhan dari mulutnya, karna begitu orgasme telah menjalari dirinya, langsung dipagutnya bibir seksi vera dengan bernafsu, sehingga lenguhannya tertahan oleh pagutan itu.

Crott..crott..crott… Cukup banyak sperma yg menyembur menyirami rahim vera, beberapa menetes disela-sela paha mulusnya.

” Gimana beib, enak? ” goda vera,sambil mengenakan kembali pakaiannya setelah rampung dengan pelampiasan birahinya.

” Bukan enak lagi, segerrrrrr…” balas bimo, yg juga sambil mengenakan celana blue jeansnya.

” Tapi kontol kamu juga mantep sih beib… Mana gede lagi. Tapi sayang sikon nya enggak memungkinkan untuk gue bisa mengeksplorasi kontol gede kamu ini ” ujarnya, sambil mengerlingkan mata, seraya meremas batang kontol bimo yg sudah terbungkus celana jeans.

” Kontol gue mau dieksplorasi? Emangnya kontol gua tambang minyak.” gurau bimo

” Tambang peju.. Yg harus gue keruk dan gue keluarkan, dan….. Gue telen. Itu yg gue maksud dengan eksplorasi beib ” bisik vera, bisikan yg binal, namun sungguh terdengar begitu merangsang bagi bimo. Seraya dikecupnya bibir bimo sebelum akhirnya vera keluar dari ruangan sempit itu.

Seorang mahasiswa berkaca mata tebal yg saat itu sedang buang air kecil melongo melihat vera yg dengan santai keluar dari kamar kloset, bertambah melongo lagi setelah dari tempat yg sama menyusul keluar juga bimo yg sedikit salah tingkah atas tatapan sikaca mata tebal.

Author: 

Related Posts