Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 15

Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 15by masbroon.Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 15 Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 15 Chapter 10: TRIP To SEMARANG Part 6 Lidya POV. Kurasakan mukaku kembali memanas. Kali ini bukan karena nafsu, namun malu. Ouwh, tadi habis berendam, airnya kepanesan Lis Jawabku sambil melangkah keluar kamar mandi. Huffttt. Semoga saja Lisa tidak tahu. Aku menuju ke kamar […]

tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono8_500tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono7_500  tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono9_500Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 15

Chapter 10: TRIP To SEMARANG
Part 6
Lidya POV.

Kurasakan mukaku kembali memanas.

Kali ini bukan karena nafsu, namun malu.

Ouwh, tadi habis berendam, airnya kepanesan Lis Jawabku sambil melangkah keluar kamar mandi.

Huffttt.
Semoga saja Lisa tidak tahu.

Aku menuju ke kamar tidur dan mulai mencari daleman untuk kugunakan.

Rasanya aku harus berterimakasih pada si-mata-keranjang. Kalau dia tidak ingat menyuruh orang untuk mengambil pakaianku dari laundry, mungkin aku tak menggunakan pakaian dalam besok.

Memikirkan kemungkinan berbicara didepan orang banyak tanpa pakain dalam membuat vaginaku kembali meremang.

Kukenakan sepasang pakaian dalam putih mini. Kemudian kembali baju tidur babydoll itu menemani malamku.

Kulihat keranjang berisi buah, roti tawar dan selai diruang tamu.
Dan sekali lagi aku merasa malu atas banyaknya fasilitas yang aku terima dari si-mata-keranjang.

Kuambil sebuah apel dan menuju koleksi bacaan si-mata-keranjang.
Kuteliti satu persatu buku-buku yang ada disana ketika sebuah buku tulis tipis menyita perhatianku.

Buku apa ini?

Diarykah?

Terlalu tipis rasanya untuk sebuah diary.
Pasti ini milik si-mata-keranjang.
Baca apa tidak ya?

Rasanya sedikit bersalah juga jika aku membaca buku pribadinya.

Tapi si-mata-keranjang bahkan telah melihat pakain dalamku!

Game set.

Aku bawa buku tulis itu kesofa dan mulai membuka halaman pertama.

Ehhhh Tak sadar aku bersuara ketika melihat halaman pertama.

Terlihat gambar yinyang disana.

Kulewati gambar itu.

Dihalaman berikutnya terlihat sebuah puisi.

Kalau tidak salah, ini kan puisi Chairil anwar?

Pikirku.

Kubaca dengan pelan puisi itu :

Aku

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Aku mulai ragu apakah buku ini milik si-mata-keranjang. Puisi, rasanya terlalu bertentangan dengan jiwanya. Namun, ada sesuatu yang rasanya sesuai dengan dirinya dari puisi ini.

Tapi apa?

Kubuka halaman tiga.
Puisi lagi. Puisi atau sajak? Entahlah. Kembali kubaca dengan pelan sajak yang ditulisnya disini:

Sajak Cinta Buat Sahabat

Andai saja kau dan orang-orang itu tahu!
Apa yang ada dihatiku
Mungkin
Semuanya akan berbeda!

Andai saja kau dan orang-orang itu tahu
Bagaimana pedih..perih hati ini..
Saat kau berkata
Sahabat.

Saat temaram merah merona wajah..
Biaskan luka alirkan darah
Hatiku berteriak
Tapi
Mulutku hanya bisa diam!

Aku sadar dalam cadar!
Aku tak pantas untukmu!
Aku..
Hanyalah ..
Seorang..
Sahabat..

Sejenak aku termenung dengan isi sajak ini. Apakah si-mata-keranjang pernah mencintai seseorang, namun orang itu tidak tahu? Pakah dia begitu menderitanya sehingga membuat sajak yang rasanya penuh dengan kepedihan ini.

Semakin penasaran aku dengan isi buku ini.
Kubuka halaman berikutnya.

Kali ini sebuah lirik lagu. Samar aku merasa pernah mendengar lagu ini. Lagu yang cukup lama rasanya.

Numb

I’m tired of being what you want me to be
Feeling so faithless, lost under the surface,
Don’t know what you’re expecting of me
Put under the pressure of walking in your shoes
Caught in the undertow, just caught in the undertow
Every step that I take is another mistake to you
Caught in the undertow, just caught in the undertow

I’ve become so numb
I can’t feel you there
I’ve become so tired,
So much more aware
I’m becoming this
All I want to do,
Is be more like me,
And be less like you

Can’t you see that you’re smothering me?
Holding too tightly, afraid to lose control
‘Cause everything that you thought I would be,
Has fallen apart right in front of you
Caught in the undertow, just caught in the undertow
Every step that I take is another mistake to you
Caught in the undertow, just caught in the undertow
And every second I waste is more than I can take

I’ve become so numb
I can’t feel you there
I’ve become so tired,
So much more aware
I’m becoming this
All I want to do,
Is be more like me,
And be less like you
And I know
I may end up failing too
But I know
You were just like me with someone disappointed in you

I’ve become so numb
I can’t feel you there
I’ve become so tired,
So much more aware
I’m becoming this
All I want to do,
Is be more like me,
And be less like you

I’ve become so numb
I can’t feel you there
I’m tired of being what you want me to be
I’ve become so numb
I can’t feel you there
I’m tired of being what you want me to be

Hmmmm
Aku ambil laptop dari kamar tidur. Setelah hidup aku lihat ada akses wifi. Kucoba login, dan berhasil.

Tanpa password?

Kubuka browser dan mengetikkan, makna lagu numb.
Beberapa hasil muncul, salah satunya menyita perhatianku.

Sebenarnya lirik lagu ini menggambarkan situasi yang sangat tidak nyaman.

Lirik lagu ini menceritakan seseorang yang merasa begitu tertekan oleh berbagai tuntutan dari lingkungan sekitarnya, sehingga pada suatu titik ia bahkan menjadi mati rasa. Hidupnya hampa dan sangat melelahkan. Mungkin kita pun sering mengalami situasi kondisi seperti demikian, tak mampu menjadi diri sendiri karena begitu besarnya tekanan dari orang-orang di sekitar yang mengharapkan kita menjadi seperti ini/itu, padahal kita memiliki jati diri masing-masing yang tak mungkin bisa menyenangkan semua orang.

Si-mata-keranjang tertekan?
Dia?

Memikirkan ada yang bisa menekannya membuatku penasaran dan juga bingung. Pakah hidupnya begitu kompleks? Apakah..

Uffftthhh, kenapa aku malah harus memikirkannya…

Tak sadar aku menggelengkan kepala berkali-kali.

Mbak Lidya kenapa? Tadi senyum-senyum sendiri, terus kelihatan bingung, sekarang malah geleng-geleng terus, hihihi Kata Lisa di depan pintu kamar tidur.

Eh, lagi pusing aja Lis Jawabku cepat.

Kemana tadi jalan-jalan Lis? Tanyaku, mengalihkan perhatian.

Gak jalan-jalan kok mbak, cuma beli makan dan buah-buahan, tapi kok mbak beli lagi? Tanyanya melihat keranjang buah-buahan diatas meja.

Tadi ada mas yang nganterin Lis, dari G-Team kayaknya Jelasku.

Wah, full service ne mbak Katanya sambil duduk disampingku.

Mbak gak hubungin Mas Andri? Mungkin sudah sampai sekarang di Semarang Kata Lisa mengingatkanku.

Besok pagi saja Lis, kalau sudah nyampe biar dia istirahat dulu

Wah, mulai perhatian nih mbak,hihihi Goda Lisa, yang suksen membuat pipiku panas lagi.

Lagi.

Mbak mau tidur duluan ya Lis, lumayan capek hari ini Kataku sambil menaruh buku tipis yang barusan kuambil ketempatnya.

Iya mbak, Lisa mau nonton dulu ya

Oke Lis, mbak duluan ya Kataku sambil mematikan laptop dan menuju kekamar tidur.

Huhhhhhhh

Saatnya istirahat.

Dengan pelan kututup mataku dan mulai bersiap menuju mimpi.

Semoga mimpi indah.

Andri POV

keesokan harinya

Mas, kok diam saja? Tanya Raisa ketika aku memegang kemudi mobil.

Capek dan kurang tidur ne Is

Hihihi, tapi seneng kan mas?

Hmmm…… Kulirik Raisa, dan seperti biasa dia cemberut ketika aku tidak menjawab pertanyaannya.

Bukan seneng lagi Is… Kutahan jawabanku dan seperti biasa disambar Raisa.

Lalu apa mas?

Seperti disurga..ditemani bidadari cantik-cantik Kataku sambil tersenyum.

Ihhh,,,, emang sudah pernah kesurga?

Sudah, kan kemarin Jawabku sambil tersenyum.

Idih, mas tu edan tau..!

Kulihat Raisa sedikit cemberut.

Uffgtttttt, bibir itu. Semakin menantang kalau cemberut. Kuingat bagaimana rasanya ketika bibir itu kukulum.

Edan? Kok edan?

Habis, itunya gak cukup sekali, capek tau mas!

Capek tapi kalau dikasi lagi mau kan?

Boleh, tapi sekarang ya mas?

Author: 

Related Posts